Property

Ambil KPR atau Cicil Langsung ke Pengembang, Lebih Baik Mana?

Ambil KPR atau Cicil Langsung ke Pengembang

Saat ini, umumnya pembelian rumah lebih banyak dilakukan dengan cara kredit. Baik itu kredit dengan KPR ataupun langsung cicil ke pengembang. Manapun dari keduanya, Anda bisa wujudkan rumah imajinasimu. Namun, bila dibandingkan, antara ambil KPR atau cicil langsung ke pengembang untuk beli rumah, lebih baik mana?

  1. Bunga

Bila bertanya soal lebih baik mana, tentunya akan berujung pada perbandingan. Di antara keduanya, salah satu hal yang bisa Anda bandingkan adalah bunga. Dalam skema KPR, beban bunga yang ditetapkan memang cukup besar. Bunga ini biasanya adalah kombinasi antara bunga flat dan bunga floating.

Jumlah bunga yang bisa dikenakan cukup besar bahkan nyaris sama dengan cicilan utang utama. Apalagi bila skemanya adalah floating rate, bunga yang akan dikenakan akan terus naik setiap tahunnya. Sedangkan bila Anda ambil kredit ke pengembang, biasanya tidak akan dikenai bunga.

Setidaknya, seperti itulah kebanyakan klaim yang diberikan pihak pengembang saat memasarkan. Sebagai contoh, bila Anda mengambil rumah seharga 300 juta, maka hanya harus mengangsur seharga itu saja. Kalaupun dikenakan bunga, biasanya jenis bunga yang dikenakan adalah bunga flat yang jumlahnya sedikit lebih rendah.

  1. Uang Muka

Selain bunga, hal yang membedakan keduanya adalah uang muka. Uang muka KPR biasanya dibebankan 10 persen dari harga rumah. Hal ini bersifat wajib karena sudah sesuai dengan ketentuan BI. Sedangkan bila ambil kredit ke pengembang, ada dua kemungkinan yang mungkin dikenakan.

Pertama, Anda tidak akan dikenakan uang muka namun akan dikenakan booking fee yang sudah ditentukan. Kemungkinan kedua adalah Anda diharuskan membayar uang muka dengan kisaran yang sangat besar, sekitar 30 hingga 40 persen dari harga rumah tersebut.

  1. Angsuran

Perbedaan lain yang bisa Anda temukan dalam kredit rumah mudah pada KPR dan langsung ke pengembang adalah angsurannya. Kelebihan KPR adalah angsurannya tergolong rendah karena disesuaikan dengan uang muka dan tenor cicilan. Semakin besar uang muka dan semakin lama cicilannya, maka akan semakin rendah cicilannya.

Berbeda kredit langsung ke pengembang. Anda harus membayar cicilan per bulan dengan angka yang cukup besar sebab mereka menentukan tenornya yang biasanya maksimal hanya 5 tahun. Jadi, semisal Anda membeli rumah 300 juta dengan cicilan 5 tahun, paling tidak setiap bulannya Anda harus membayar 5 jutaan.

  1. Tenor

Perbedaan lainnya adalah tenor. Tenor KPR bisa sangat panjang tergantung kebutuhan Anda dan peraturan BI. Maksimal, saat ini tenor KPR yang diberikan adalah 30 tahun. Sedangkan untuk kredit langsung ke pengembang, tenor maksimal yang diberikan hanya 5 tahun atau maksimal 60 kali cicil.

  1. Administrasi

Lalu, Anda juga bisa melihat perbedaan dari segi administrasi. Proses administrasi untuk kredit langsung ke KPR sebenarnya lebih mudah karena hanya melibatkan dua pihak saja. Anda tak perlu memberikan berbagai dokumen pada pihak pengembang kecuali KTP, surat keterangan bekerja dan NPWP saja.

Sedangkan untuk administrasi KPR, biasanya memang cenderung lebih ribet. Anda harus menyiapkan banyak dokumen seperti KTP, NPWP, surat nikah, IMB, dan masih banyak lagi. Semua dokumen itu akan digunakan bank untuk proses verifikasi dan menentukan apakah Anda layak menerima pinjaman atau tidak.

  1. Biaya-Biaya yang Dikenakan

Bagaimana dengan biaya-biaya yang dikeluarkan? Dalam KPR, Anda memang akan mengeluarkan biaya tambahan yang jumlahnya bisa mencapai 5 hingga 10 persen dari harga rumah tersebut. Misalnya saja untuk proses appraisal, notaris dan lainnya. Sedangkan bila langsung ke pengembang, tak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

  1. Kecepatan Prosedur

Lalu, bagaimana dengan kecepatan prosedurnya? Bila dibandingkan dalam hal ini, maka mencicil ke pengembang jauh lebih cepat ketimbang dengan KPR. Itu karena proses kredit ke pengembang jauh lebih sederhana ketimbang KPR dan kemungkinan diterimanya juga sangat besar. Rumah juga sudah menjadi hak milik saat pelunasan mencapai 80%.

Sedangkan dalam KPR, setidaknya Anda harus menunggu minimal 14 hari lamanya untuk mendapatkan persetujuan. Seringkali bahkan ada yang sampai menunggu hingga berbulan-bulan untuk mendapatkannya. Satu lagi, tak ada jaminan bahwa permohonan pengajuan KPR yang Anda lakukan akan diterima.

Satu lagi, sertifikat hak milik atas rumah tersebut juga baru bisa Anda miliki ketika KPR sudah lunas. Tapi, sayangnya, kredit ke pengembangan ini baru bisa Anda ambil bila Anda memang memiliki dana yang besar. Satu lagi, kredit langsung ke pengembang ini juga cukup susah diperoleh karena jumlah dan waktu yang biasanya dibatasi.

Nah, itulah perbedaan antara membeli rumah dengan cara kredit KPR atau melalui pengembang langsung. Keduanya memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda bisa menyesuaikan dengan kemampuan untuk bisa wujudkan desain rumah yg bikin relax sesuai dengan imajinasi. Tapi, ada baiknya, pertimbangkan semuanya dengan baik lebih dulu!